Skip to main content

Kerja di Jakarta gak boleh sakit!

Beberapa waktu lalu saya sempat harus bedrest, ngemil obat dan cuma makan bubur lebih dari satu minggu karena kena infeksi kelenjar tonsil, atau sering dikenal juga dengan radang amandel. Dokter bilang sudah cukup parah, walaupun belum perlu sampe operasi.


Balik kronologis seminggu sebelum sakit, mengingat apa saja yang saya makan. Susah, karena ternyata 2-3 hari kita udah lupa kemaren makan apa aja. Yang saya ingat cuma hari Jumat saya makan penyetan pedes pinggir jalan, sebelum hari sabtunya kemudian demam, leher bengkak, suara ilang dan sakit banget buat nelan. Hih, dokter bilang ini karena makan sembarangan dan jelas tidak bersih, jauh dari sehat. 

Kerja di Jakarta dengan setumpuk kesibukan dan deadline yang tak berujung, membuat kita para pekerja ini sering lalai dan tidak mikirin apa yang kita makan. Asal gampang dan kenyang aja dah. Enak mah nomer 2, apalagi sehat….gak kepikiraaan. Ini jelas kebiasan yang buruk. Klo udah sampe sakit, toh malah kerjaan jadi mundur semuaa. Tambah runyam. Mending cari makanan yang bersih dan sehat daripada harus minum antibiotik 3 kali sehari. 



Di Jakarta emang agak susah cari makan siang bersih sehat deket area perkantoran. Di emperan ya tau sendiri kebersihannya kaya gimana, di mall mah bangkrut klo tiap hari, warung yang agak bersihan…ada tapi jauh dan macet, kantin gedung antrinya minta ampun. Order ojol? mahalan di ongkir :(.


Kulina, platform langganan makan siang dengan proses yang higienis, menu yang beragam, harga terjangkau dan diantar sebelum jam makan siang. Digital startup yang sudah 3 tahun ini mencoba membantu memecahkan masalah makan siang pekerja kantoran di Jakarta  punya produk baru. Selain produk Basic yang murah enak, Kulina Deluxe dengan lauk lebih banyak dan premium, kini ada satu lagi yaitu Kulina Healthy Lunch, menu makan siang yang lebih sehat dari biasanya. Bukan menu diet, tapi rendah kalori, rendah lemak dan tinggi serat. 


Bagi pelanggan Kulina Basic atau Deluxe bisa coba nih upgrade ke Healthy lunch untuk menu yang lebih sehat. Menebus rasa bersalah setelah makan eskrim misalnya. hahaha. 

Mau lihat menunya? cek disini yaaa. 


Comments

Popular posts from this blog

Ballerina Dance

"Rotterdam and New York", ballet performance at Taman Budaya Jogjakarta on June 16th 2008. Please enjoy ! All taken by Canon EOS 350D with Tamron SP MF 60-300mm f/3.8-5.4

Tips Memilih Warna

Banyak desainer grafis maupun awam yang mengalami kesulitan ketika harus memilih dan memadukan warna untuk deasin mereka. Warna adalah elemen yang cukup penting dalam sebuah desain, karena warna selain sebagai penghias juga memiliki kemampuan menyampaikan 'soul' dari desain tersebut. Langsung aja ke tips nya ya : Tentukan dulu Desainnya pingin menyampaikan apa ? (kesejukan, tropis, kelezatan makanan, dll). Cari foto yang sesuai dengan tema desain Anda. di Flickr atau Gettyimages ada banyak dan bagus2. Foto ini sebagai referensi aja. Langkah ketiga menuntut kepekaan Anda. Buatlah color palette dari referensi foto tersebut. Ambil sample warna2 dominan dan warna2 aksen di foto tersebut Pakailah color pallete tersebut untuk desain anda Selamat mencoba

Bokeh Town

I have bought new lens. Yashica ML 50mm f/1.4 for about $12 (IDR115). The result is beyond my expectation. It's has nice blur background at f/1.4 - f/2.8 and circle bokeh. The lens has 8 blade diaphragm so at f/2.8 it's create octagonal bokeh. Canon EOS 350D and Yashica ML 50mm f/1.4