Dari kecil saya selalu mendengar dari orang tua dan kerabat lain "Sikat gigi yang bersih, pake odol ya". Klo ke toko "Bu, beli odol yang pepsodent". Setelah SMP baru saya tahu dari guru Bahasa Indonesia bahwa "Odol" bukan sebutan pasta gigi, melainkan salah satu merk pasta gigi buatan Jerman. Ada yang berbentuk tube seperti pasta gigi sekarang, ada yang berbetuk obat kumur yang dicampur dengan air. Karena merk "Odol" ini menjadi brand leader pasta gigi pada masa 1920an, orang jawa jaman dulu selalu menyebut pasta gigi dengan nama "Odol", dan ini berlangsung turun-temurun. Sampai akhirnya produk ini gak dipasarkan di Indonesia lagi entah tahun berapa...orang2 masih menyebut pasta gigi dengan "Odol" sampai sekarang. Jadi brand abadi deh. Ini ada gambar2 iklannya. bentuk botolnya lucu ya...

Gambar diatas adalah karya Stuart Davis tahun 1924.



Gambar diatas adalah kemasan Odol saat ini.
Banyak desainer grafis maupun awam yang mengalami kesulitan ketika harus memilih dan memadukan warna untuk deasin mereka. Warna adalah elemen yang cukup penting dalam sebuah desain, karena warna selain sebagai penghias juga memiliki kemampuan menyampaikan 'soul' dari desain tersebut. Langsung aja ke tips nya ya : Tentukan dulu Desainnya pingin menyampaikan apa ? (kesejukan, tropis, kelezatan makanan, dll). Cari foto yang sesuai dengan tema desain Anda. di Flickr atau Gettyimages ada banyak dan bagus2. Foto ini sebagai referensi aja. Langkah ketiga menuntut kepekaan Anda. Buatlah color palette dari referensi foto tersebut. Ambil sample warna2 dominan dan warna2 aksen di foto tersebut Pakailah color pallete tersebut untuk desain anda Selamat mencoba
Comments
Tapi baru liat kemasannya sekarang inih..
Keren juga ya itungannya buat design kemasan jaman dulu..